Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

[Pare, 18/04/2026l] – Dalam upaya merawat marwah gerakan dan menyelaraskan langkah strategis organisasi, tim Pondok Pesantren Darul Muslimin Muhammadiyah Pare menyelenggarakan pertemuan khusus bersama tokoh penggerak Muhammadiyah, Bapak Ahmad Fanani Sumali, S.H. Pertemuan yang berlangsung khidmat di Ruang Rapat Pondok Pesantren Darul Muslimin Muhammadiyah ini difokuskan pada penguatan literasi ideologis serta sinkronisasi pemahaman nilai-nilai dasar Kemuhammadiyahan bagi seluruh anggota tim.

Diskusi dibuka dengan penegasan kembali mengenai jati diri Muhammadiyah. Bapak Fanani menggarisbawahi bahwa Muhammadiyah adalah sebuah gerakan Islam yang dinamis, yang memadukan semangat Da’wah Amar Ma’ruf Nahi Munkar dengan etos Tajdid (pembaruan).
Dalam paparannya, beliau mengingatkan bahwa setiap langkah yang diambil oleh tim DMM harus senantiasa bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Muhammadiyah tidak hanya bergerak di ranah pemurnian akidah, tetapi juga hadir sebagai kekuatan sosial yang transformatif. Aksi terorganisir melalui amal usaha—baik di bidang pendidikan, sosial, maupun pemberdayaan—menjadi instrumen vital dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Inti dari pertemuan ini adalah membangun sinergi yang solid. Bapak Fanani menjelaskan bahwa kekuatan Muhammadiyah terletak pada kemampuan mengintegrasikan ideologi dengan aksi nyata.

“Pertemuan antara tim DMM dan Pak Fanani ini menjadi langkah strategis dalam mengokohkan pemahaman ideologis serta menyelaraskan gerak langkah persyarikatan. Fokus utama dalam sinergi ini adalah memperkuat integrasi antara keyakinan akidah, kecerdasan berpikir, dan aksi nyata gerakan dakwah. Dengan memadukan prinsip pemurnian akidah dan etos pembaruan (Tajdid), diharapkan seluruh elemen organisasi mampu bergerak secara kolektif untuk mewujudkan Islam yang berkemajuan, sekaligus menjawab tantangan zaman melalui amal usaha yang berdampak luas bagi umat dan bangsa.”
Pembahasan berlanjut pada bagaimana nilai-nilai Islam Rahmatan Lil’alamin dapat diimplementasikan secara konkret oleh tim DMM. Pak Fanani menekankan pentingnya membangun “masyarakat utama” (Khaira Ummah) yang tidak hanya saleh secara personal, tetapi juga memiliki kepekaan sosial tinggi.
Dalam forum tersebut, tim DMM diajak untuk merefleksikan kembali peran mereka sebagai penggerak. Prinsip “Kolektif-Kolegial” ditekankan kembali sebagai fondasi dalam mengambil keputusan; bahwa setiap tantangan dakwah di era modern harus direspons dengan sistem organisasi yang mapan, tata kelola yang profesional, dan akhlak yang mulia.
Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas dakwah di lingkungan Pondok Pesantren Darul Muslimin Muhammadiyah. Sinergi ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan pemantapan visi agar tim DMM dapat terus bergerak dalam bingkai Baldatun Tayyibatun Wa Rabbun Ghafur—negeri yang subur, aman, dan damai dalam naungan ampunan Allah SWT.
Dengan adanya penyelarasan visi ini, diharapkan setiap program kerja yang akan dilaksanakan ke depannya memiliki nafas ideologis yang kuat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan menjadi amal jariah bagi seluruh anggota tim.